ICARE DORONG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PENGUATAN RANTAI NILAI JAGUNG DI PASURUAN
Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) merupakan program pengembangan pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing komoditas melalui penguatan kelembagaan petani, penerapan inovasi teknologi, serta pengembangan rantai nilai yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari program tersebut, BRMP Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis Optimasi Teknologi Digital Mengatasi Hambatan Rantai Nilai Komoditas Jagung di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan yang disampaikan Ratih Sandra Kirana, S.P., M.Sc. mewakili Kepala BRMP Jawa Timur. Turut memberikan sambutan Hari Hijroh Saputro, Plh. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, serta Mulyohadi, S.H., M.M., Camat Wonorejo. Para narasumber menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung peningkatan efisiensi dan daya saing sektor pertanian.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Galuh Agung Sadewa, S.Tr.P. ini menghadirkan dua narasumber. Pada sesi pertama, Hari Hijroh Saputro menyampaikan materi mengenai optimalisasi teknologi digital untuk mengatasi hambatan rantai nilai komoditas mangga dan jagung. Pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), blockchain, GPS, RFID, marketplace digital, dan fintech dapat diterapkan mulai dari proses produksi, pemantauan tanaman, pengelolaan hasil panen, logistik, pemasaran, hingga akses pembiayaan.
Pada komoditas jagung, digitalisasi berperan dalam modernisasi budidaya, efisiensi logistik, pemangkasan rantai distribusi, serta peningkatan posisi tawar petani melalui transparansi informasi harga. Sementara pada komoditas mangga, teknologi digital mendukung peningkatan kualitas hasil, pengurangan kehilangan pascapanen, dan perluasan akses